Tanjung Karang adalah kawasan pusat bisnis historis Kota Bandar Lampung yang telah menjadi jantung perekonomian kota sejak era kolonial Belanda. Kawasan ini merupakan pusat perdagangan, perbankan, perkantoran, dan pemerintahan yang paling berkembang di seluruh Provinsi Lampung. Dengan keberadaan Tanjung Karang Plaza, berbagai gedung perkantoran, hotel bintang, dan institusi keuangan terkemuka, Tanjung Karang tetap menjadi kawasan paling prestisius dan bernilai investasi tertinggi di Bandar Lampung.
Pasar properti di Tanjung Karang didominasi oleh ruko, gedung komersial, kantor, dan hunian premium. Harga properti berkisar antara Rp 500 juta untuk unit residensial sederhana di gang masuk hingga Rp 2 miliar untuk ruko dan properti komersial di jalan protokol utama. Permintaan yang konsisten dari pelaku bisnis dan korporasi menjaga nilai properti di kawasan ini tetap tinggi dan stabil. Beberapa gedung apartemen dan kondotel modern mulai hadir untuk melengkapi pilihan hunian di pusat kota ini.
Tanjung Karang dilengkapi fasilitas terlengkap di Lampung, termasuk Tanjung Karang Plaza, berbagai bank dan lembaga keuangan, hotel berbintang, RSUD Abdul Moeloek sebagai RS terbesar Lampung, berbagai sekolah unggulan, kantor pemerintahan provinsi dan kota, serta kawasan kuliner dan hiburan yang ramai. Stasiun Tanjungkarang melayani kereta api ke Jakarta dan kota-kota Jawa. Akses ke Pelabuhan Bakauheni dan seluruh Lampung sangat mudah melalui jaringan jalan yang terintegrasi baik.