Pasar sewa di Citangkil didominasi oleh pekerja pelabuhan, ABK (Anak Buah Kapal), dan karyawan perusahaan pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Merak. Sopir truk angkutan logistik antar-pulau dan awak kapal ferry juga banyak mencari hunian sewa jangka pendek di kawasan ini. Pekerja pabrik dari kawasan industri sekitar Citangkil turut aktif mencari kontrakan terjangkau dengan akses mudah ke tempat kerja mereka.
Harga sewa di Citangkil cukup bervariasi mengikuti kedekatan dengan area pelabuhan dan industri. Kontrakan sederhana tersedia mulai Rp 1 juta per bulan untuk pekerja kasar, sementara rumah tapak tipe 36 bisa disewa mulai Rp 1,5 juta per bulan. Kos harian dan mingguan juga tersedia untuk awak kapal yang singgah dalam waktu singkat di Citangkil. Rumah dengan fasilitas lebih baik untuk supervisor dan staf manajemen berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan.
Keunggulan menyewa di Citangkil adalah posisinya yang sangat dekat dengan Pelabuhan Merak, memudahkan mobilitas ke Sumatera bagi yang sering bepergian lintas pulau. Kawasan ini juga memiliki akses cepat ke tol Jakarta–Merak, mempersingkat perjalanan ke Jakarta dan kota-kota Jawa lainnya. Komunitas pelaut dan pekerja logistik yang solid serta berbagai warung makan 24 jam melengkapi kebutuhan penyewa yang bekerja dengan jadwal shift.